Profil

Logo Jawa BaratProvinsi Jawa Barat secara geografis erletak di antara 5° 50’ – 7° 50’ Lintang Selatan dan 104° 48’- 108° 48’ Bujur Timur, dengan luas wilayah daratan 3.710.061,32 hektar.jumlah penduduknya pada tahun 2010 mencapai 43.117.260 jiwa.

Secara administratif, sejak tahun 2008, kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat berjumlah 26 kabupaten/kota terdiri atas 17 kabupaten dan 9 kota dengan 625 kecamatan dan 5.877 desa/ kelurahan. Jawa Barat terbagi dalam 4 badam koordinasi Pemerintahan Pembangunan (Bakor PP) Wilayah, sebagai berikut

Wilayah I Bogor meliputi Kab.Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kab.Sukabumi, Kota Sukabumi dan Kab.Cianjur. Wilayah II Purwakarta meliputi Kab.Purwakarta, Kab. Subang, Kab. Karawang, Kab. Bekasi, dan Kota Bekasi. Wilayah III Cirebon meliputi Kab. Cirebon, Kota Cirebon, Kab. Indramayu, Kab. Majalengka, dan Kab. Kuningan. Wilayah IV Priangan meliputi Kab. Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kab. Bandung Barat, Kab. Sumedang, Kab.Sumedang, Kab. Garut, Kab. Tasikmalaya, Kota Tasikmalaa, Kab.Ciamis, dan Kota Banjar.

Struktur Organisasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat terdiri atas 1 Sekertariat Daerah dengan 12 Biro dan Sekertariat DPRD, 20 Dinas, 17 Badan, 17 Lembaga Teknis, 3 Lembaga Lain, 3 Rumah Sakit Daerah, 121 Unit Pelaksana Teknis Daerah, dan 1 Unit Pelaksana Teknis Badan

Usaha terbesar ang mengerap lapangan kerja di Jawa Barat adalah sektor pertanian, sektor perindustrian, dan sektor perdagangan.

Lambang Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat berbentuk bulat telur, diambil dari bentuk perisai yang biasa digunakan oleh laskar-laskar pada zaman baheula (dahulu). Dibagian tengahnya terdapat gambar “kujang” merupakan alat serba guna yang selama ini dianggap senjata khas masyaralat Sunda. Pada salah satu sisi “kujang” tersebut terdapat lima buah lubang yang melambangkan lima dasar pokok negara “Pancasila”.

Pada sisi kiri dan kanan gambar “kujang” terdapat untaian padi dan kapas. Padi melambangkan bahan makanan pokok masyarakat Jawa Barat. Untaian padi tersebut terdiri atas 17 butir gabah, melambangkan tanggal hari kemerdekaan Republik Indonesia. Di sebelah kanannya terdapat gambar kapas yang terdiri atas 8 buah. Angka 8 adalah lambang bulan Agustus atau bulan kedelapan , saat proklamasi dikumandangkan. Ketiga gambar tersebut tertera di atas dasar yang berwarna hijau, sebagai lambang keuburan tanah Jawa Barat.

Lambang gunung  yang memotong bagian tengah, melukiskan bagian terbesar dari wilayah Jawa Barat yang terdiri atas daerah pegunungan. Di bagian bawahnya terdapat gambar dua garis putih bergelombang dengan latar belakang warna dasar biru. Garis putih bergelombang dengan latar belakang warna dasar biru tersebut melambangkan sungai, terusan, saluran, dan laut yang memberi ciri alamnya.

Selain kekayaan alam tersebut, Jawa Barat memiliki lahan pertanian berupa sawah, ladang, dan perkebunan yang sangat luas. Kekayaan alam tersebut dituangkan dalam bentuk gambar berupa kotak-kotak.

Diantara gambar berbentuk “garis putih” dan “kotak-kotak” terdapat lambang bendungan, dam, dan saluran air. Ketiga bangunan air tersebut merupakan kunci untuk memanfaatkan kekayaan alam Jawa Barat yang subur menuju kesejahteraan masyarakatnya, sebagaimana motto yang tertera di bagian paling bawah “ Gemah Ripah Repeh Rapih”. Gemah ripah artinya subur makmur, cukup sandang dan pangan. Repeh rapih artinya rukun, damai, aman dan sentosa.

Arti bebasa dari motto daerah Jawa Barat secara keseluruhan merupakan daerah yang kaya raya dan subur makmur serta didiami oleh banyak penduduk yang hidup dan damai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *